Fort Lauderdale (SportHD.ID) – Menjelang laga tandang melawan Inter Miami akhir pekan ini, Atlanta United harus mengatur ulang strategi. Sebanyak delapan pemain tim utama absen karena tugas internasional, memaksa pelatih kepala Ronny Deila untuk memaksimalkan kedalaman skuad dan memberikan peluang kepada pemain pelapis, termasuk dari Atlanta United 2.
Latihan pada hari Kamis (10/10) dilakukan bersama skuad utama dan Atlanta United 2, memberi kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kualitas mereka demi menembus skuad pertandingan melalui Short-Term Agreements.
Gregersen Jadi Pilar Utama Atlanta United
Bek tengah asal Norwegia, Stian Gregersen, menjadi salah satu dari sedikit pemain inti yang tetap tersedia. Gregersen, yang sempat absen panjang akibat cedera, kini mulai menunjukkan konsistensi dan kepercayaan diri tinggi.
“Saat cedera, saya belajar banyak. Sekarang saya dalam kondisi fit dan mulai merasa lebih baik dari hari ke hari,” ujar Gregersen.
Ia mengaku rutin bekerja sama dengan tim medis klub untuk menyusun program latihan khusus, termasuk peningkatan kekuatan inti tubuh—hal penting bagi pemain bertinggi badan 198 cm itu. Penampilannya saat menahan LAFC menjadi bukti kapasitasnya sebagai benteng pertahanan.
Pelatih Ronny Deila turut memberikan pujian, bahkan menyampaikan kabar kepada pelatih timnas Norwegia.
“Saya kirim pesan ke pelatih timnas, bilang bahwa Stian mulai menunjukkan potensi terbaiknya. Tapi semua soal konsistensi. Kita tidak butuh bintang sesaat, kita butuh pemain yang stabil,” tegas Deila.
Gregersen pun berharap performa apiknya bisa membawanya masuk skuad Norwegia untuk Piala Dunia FIFA 2026, bila negaranya berhasil lolos.
Inter Miami: Messi Masih Tanda Tanya
Lawan mereka, Inter Miami, juga mengalami situasi serupa. Beberapa pemain andalan absen karena membela tim nasional, namun Lionel Messi berpeluang tampil. Argentina dijadwalkan melawan Venezuela dalam laga uji coba di Miami. Bila Messi tak diturunkan oleh timnas, ada kemungkinan ia memperkuat Inter Miami di laga ini.
Bagi Deila, menyiapkan tim tanpa kepastian daftar pemain lawan merupakan tantangan tersendiri. Namun, ia tetap percaya diri setelah melihat solidnya performa bertahan saat melawan LAFC dengan formasi lima bek, yang kemungkinan besar akan digunakan kembali.
“Yang terpenting adalah jarak antarpemain. Ketika jaraknya pendek, pemain bisa saling bantu. Kami disiplin dan reaksi cepat saat kehilangan atau memenangkan bola. Itu soal mindset,” ujar Deila.
Rotasi di Lini Depan, Peluang untuk Talenta Muda
Absennya Alexey Miranchuk dan Miguel Almirón—yang selalu tampil sejauh musim ini—membuka kesempatan bagi pemain seperti Jamal Thiaré untuk kembali sebagai starter. Deila juga mengonfirmasi bahwa Emmanuel Latte Lath siap diturunkan, meski baru kembali dari cedera hamstring.
Nama lain yang mungkin tampil adalah Cayman Togashi, striker muda yang tampil gemilang saat mencetak gol dalam kemenangan Atlanta United atas Atlas FC di ajang Leagues Cup.
Daftar akhir pemain yang dibawa ke Miami baru akan diumumkan pada laporan ketersediaan skuad, termasuk kemungkinan hadirnya pemain dari Atlanta United 2 melalui kontrak jangka pendek.
Namun bagi Deila, absennya para pemain utama justru menunjukkan bahwa para pemainnya berkembang ke level yang lebih tinggi.
“Saya senang melihat Bartosz (Slisz) jadi pemain penting untuk Polandia dan Luke Brennan tampil bagus di tim U-20. Itu tanda kemajuan besar,” ujar pelatih asal Norwegia tersebut.
Pertandingan antara Inter Miami dan Atlanta United di tengah jeda internasional akan menjadi ajang pembuktian bagi pemain pelapis dan muda. Sementara Gregersen akan jadi kunci di lini belakang, perhatian juga tertuju pada kemungkinan tampilnya Lionel Messi. Bagi Atlanta United, laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tapi juga kesempatan menatap masa depan. (and)

