Manchester (SportHD.ID) – Setelah tampil menjanjikan musim lalu, Joshua Zirkzee kini justru menghadapi situasi sulit di Manchester United. Minim menit bermain, tersisih dari persaingan lini depan, dan kini mulai dikaitkan dengan dua raksasa Serie A: AC Milan dan Juventus.
Kabar dari media Italia TuttoJuve menyebutkan bahwa baik Milan maupun Juve tengah memantau situasi Zirkzee, dengan niat serius untuk memboyong striker asal Belanda itu di bursa transfer musim dingin 2025.
Dari Harapan Jadi Penghangat Bangku Cadangan
Zirkzee tiba di Old Trafford dengan ekspektasi tinggi. Namun, musim ini berubah drastis. Pelatih Ruben Amorim tampaknya belum menemukan ruang untuk mantan bintang muda Bayern tersebut, bahkan ketika Benjamin Sesko baru saja bergabung dan belum sepenuhnya mengunci tempat utama.
Ironisnya, ketika Sesko tak diturunkan, Amorim justru lebih memilih Mason Mount untuk mengisi posisi ujung tombak. Keputusan ini semakin menunjukkan bahwa Zirkzee tidak berada dalam prioritas utama skema Amorim.
Dalam tujuh laga Premier League musim ini, Zirkzee hanya bermain selama 77 menit, tanpa satu pun penampilan sebagai starter. Sebuah angka yang jauh dari ideal bagi pemain dengan kualitas dan ambisi seperti dirinya.
Statistik Tidak Mewakili Cerita Sebenarnya
Musim lalu, Zirkzee mencatat 7 gol dan 2 assist dalam 49 pertandingan, namun hanya 22 kali tampil sebagai starter. Statistik yang sekilas tampak biasa saja, namun perlu dikontekstualisasikan dengan performa buruk tim secara keseluruhan — lini depan United memang tumpul sepanjang musim 2024/25.
Kini, dengan absennya United di kompetisi Eropa dan sudah tersingkir dari EFL Cup, kesempatan Zirkzee untuk unjuk gigi makin sempit. Sulit rasanya membayangkan Amorim memberikan menit bermain reguler ketika ia punya opsi seperti Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha.
Mengapa Banyak Pemain Bersinar Setelah Tinggalkan Old Trafford?
Kondisi Zirkzee seolah menjadi bagian dari pola yang terus berulang di Manchester United — pemain yang gagal berkembang di klub, justru tampil gemilang setelah pindah.
Contohnya, Marcus Rashford kini bersinar di Barcelona usai sempat memperkuat Aston Villa. Dalam laga terakhirnya bersama Barca, Rashford mencetak gol ke gawang Sevilla dan kini menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di tim (3 gol, 4 assist).
Rasmus Hojlund, yang juga tak pernah benar-benar meledak di United, telah mengemas 3 gol dalam 5 pertandingan pertamanya bersama Napoli. Nama-nama lain seperti Antony dan Scott McTominay pun mulai menemukan kembali performa terbaiknya di klub baru masing-masing.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: apakah masalah utamanya adalah kurangnya kemampuan pelatih United dalam memaksimalkan potensi para pemainnya?
Apakah Solusi Terbaik adalah Pergi?
Untuk Zirkzee, tawaran dari AC Milan atau Juventus bisa menjadi peluang untuk menyelamatkan kariernya. Kedua klub Italia tersebut dikenal mampu mengembangkan pemain muda dengan gaya bermain yang cocok untuk striker teknikal seperti dirinya.
Milan, misalnya, tengah mencari pelapis jangka panjang bagi Olivier Giroud. Sementara Juventus terus membenahi lini serangnya di bawah asuhan pelatih muda yang lebih terbuka terhadap regenerasi.
Dengan usia baru 24 tahun, Zirkzee masih punya banyak waktu untuk berkembang — tapi tidak jika ia terus terpinggirkan di klub yang bahkan kekurangan agenda pertandingan musim ini.
Manchester United mungkin tidak menganggap Zirkzee sebagai aset utama saat ini, tapi AC Milan dan Juventus melihat sesuatu yang berbeda. Dan untuk pemain yang merasa tidak dilibatkan, mungkin inilah saat yang tepat untuk membuka lembaran baru — jauh dari bayang-bayang Old Trafford. (rjm)

