Roma (SportHD.ID) – Cristian Chivu mengungkapkan bahwa Inter Milan kini tengah berupaya menerapkan strategi pressing tinggi musim ini. Namun, pelatih asal Rumania itu juga menegaskan bahwa untuk mengalahkan AS Roma, timnya harus cermat membaca situasi dan menyesuaikan pendekatan di lapangan.
Inter sukses mencatat kemenangan penting atas Roma dalam lanjutan Serie A, menjadikannya kemenangan keenam beruntun di semua kompetisi. Hasil ini membawa Nerazzurri kembali dalam persaingan perebutan Scudetto musim 2025/2026, menyamai perolehan poin Napoli dan Roma di puncak klasemen dengan 15 poin.
Ange-Yoan Bonny menjadi bintang kemenangan setelah mencetak gol cepat pada menit keenam. Menerima umpan terobosan dari Nicolò Barella, Bonny berhasil mengejutkan lini belakang Roma yang bermain dengan garis pertahanan tinggi. Meskipun kedua tim memiliki sejumlah peluang—termasuk tembakan Henrikh Mkhitaryan yang membentur tiang dan dua penyelamatan krusial dari Yann Sommer—gol tunggal Bonny menjadi penentu.
Chivu menyampaikan apresiasinya kepada para pemain usai pertandingan saat diwawancarai oleh Sky Sport Italia. “Para pemain layak mendapatkan semua pujian. Mereka mampu bangkit dari kekecewaan musim lalu dan kini ingin membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di semua kompetisi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kesiapan mental tim dalam menghadapi pertandingan besar, terlebih setelah jeda internasional. “Kami hanya sempat menjalani satu sesi latihan sebelum laga ini. Situasinya tidak ideal, tapi para pemain tetap fokus dan mampu menyesuaikan diri,” tambahnya.
Salah satu perubahan taktik signifikan yang diterapkan Chivu setelah era Simone Inzaghi adalah penggunaan pressing tinggi untuk menekan lawan sejak awal. Meski begitu, pelatih berusia 45 tahun itu menyadari bahwa pressing tinggi tak selalu bisa diterapkan sepanjang laga.
“Kami mencoba melakukan pressing tinggi, tapi tentu saja itu tidak selalu berjalan mulus. Roma memiliki pemain sayap yang bisa memecah pertahanan dan menciptakan ruang untuk pemain seperti Dybala. Di babak kedua kami kehilangan intensitas dan harus bertahan lebih dalam. Tapi justru di situ kami paham momen dan mengubah pendekatan ke serangan balik,” jelas Chivu.
Dengan kemenangan ini, Inter kini berada di posisi yang sama dengan Napoli dan Roma dalam perburuan puncak klasemen. Juventus berpeluang menyusul jika menang dalam laga esok hari, sementara AC Milan bisa memuncaki klasemen jika mengalahkan Fiorentina.
Pekan depan, Inter akan menjalani laga besar menghadapi Napoli di Stadio Diego Armando Maradona, yang bisa menjadi penentu awal dalam persaingan Scudetto musim ini. (rjm)

