Brighton and Hove (SportHD) – Brighton & Hove Albion kembali gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang Everton 1-1 dalam lanjutan Premier League di Stadion Amex. Gol penyeimbang dari Beto pada menit ketujuh masa tambahan waktu memupus harapan tuan rumah yang sempat unggul lebih dulu.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal, meski Brighton tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan. Tim asuhan Roberto De Zerbi beberapa kali mengancam gawang Everton, termasuk melalui upaya Danny Welbeck dan Kaoru Mitoma yang masih belum berbuah gol di babak pertama.
Everton, yang tampil lebih bertahan, kesulitan mengembangkan permainan pada paruh awal laga. Pasukan David Moyes bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran hingga turun minum. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Everton mulai menunjukkan respons. Kiernan Dewsbury-Hall dan Thierno Barry sempat mendapatkan peluang, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang terbuang. Situasi tersebut justru berbalik merugikan tim tamu.
Brighton memecah kebuntuan pada menit ke-73. Berawal dari umpan rendah Yasin Ayari dari sisi kanan, Pascal Groß yang berdiri bebas di area tengah kotak penalti melepaskan tembakan terukur yang tak mampu diantisipasi Jordan Pickford. Gol ini menjadi yang pertama bagi Groß sejak kembali memperkuat Brighton.
Keunggulan tersebut membuat Brighton tampil lebih percaya diri dan terlihat mampu mengendalikan tempo permainan. Hingga melewati enam menit waktu tambahan, tuan rumah masih memegang kendali dan berada di ambang kemenangan perdana dalam empat laga liga terakhir.
Namun drama terjadi di penghujung laga. Tembakan keras Jake O’Brien gagal ditangkap sempurna oleh kiper Brighton, Bart Verbruggen. Bola muntah langsung dimanfaatkan Beto yang berdiri di depan gawang untuk mencetak gol penyeimbang pada menit 90+7.
Gol tersebut memicu selebrasi besar di kubu Everton. Hasil imbang ini membawa The Toffees mengoleksi 34 poin, sementara Brighton harus puas tetap berada di bawah zona yang diharapkan, dengan hanya satu kemenangan dari 11 pertandingan terakhir Premier League.
Sebelum laga dimulai, kedua tim juga memberikan penghormatan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang pelatih tim putri Brighton, Rado Vidosic, yang wafat pada usia 64 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Hasil ini menegaskan konsistensi Everton dalam mencuri poin di momen krusial, sekaligus memperpanjang catatan frustrasi Brighton yang kembali gagal mengamankan kemenangan meski tampil dominan. – RJM

