Manchester (SportHD.ID) – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memasuki tonggak penting dalam kariernya ketika memimpin timnya pada pertandingan kompetisi Eropa ke-100 bersama klub tersebut. Momen itu terjadi saat City menjamu Bayer Leverkusen pada lanjutan Liga Champions, Selasa waktu setempat. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi sang juara bertahan untuk memperpanjang rekor 13 kemenangan kandang beruntun atas klub Jerman, sebuah catatan yang sudah dimulai sebelum Guardiola tiba pada 2016.
Guardiola kini menggandakan jumlah pertandingan Liga Champions yang pernah ia pimpin saat menangani Barcelona, klub yang memberinya dua gelar Eropa dalam empat musim. Pengalamannya di Bayern Munich pun melengkapi portofolio Eropanya dengan 36 pertandingan, meski tiga musim itu selalu terhenti di semifinal. Bersama City, ia telah mempersembahkan satu gelar Liga Champions dan pernah mencapai final 2021 sebelum dikalahkan Chelsea.
Sementara itu, laga besar lainnya juga mewarnai jadwal Selasa. Barcelona kembali ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea, lokasi yang menyimpan memori kuat dari semifinal 2009 pada musim debut Guardiola. Pertemuan kali ini melibatkan dua tim yang berada di papan tengah klasemen fase liga berformat 36 tim, di mana Barcelona menempati posisi ke-11 dan Chelsea posisi ke-12, keduanya masih berupaya mengamankan tiket ke babak playoff.
Persaingan ketat juga hadir dari partai antara Ajax dan Benfica. Kedua mantan juara Eropa itu menghadapi situasi sulit setelah gagal meraih satu poin pun dari empat laga awal. Pertemuan di Amsterdam menjadi peluang pertama bagi salah satu dari mereka untuk bangkit. Di pertandingan awal lainnya, Galatasaray menjamu Union Saint-Gilloise tanpa kehadiran Victor Osimhen yang cedera, sementara striker Nigeria itu masih tercatat sebagai top skor kompetisi.
Juventus juga bersiap menghadapi tantangan ekstrem saat bertandang ke markas Bodø/Glimt di dalam lingkaran Arktik, dengan suhu mendekati titik beku. Selain itu, terdapat sejumlah laga penting seperti Borussia Dortmund melawan Villarreal, Marseille menghadapi Newcastle United, Napoli menjamu Qarabag, serta Slavia Prague bertemu Athletic Bilbao.
Rangkaian pertandingan ini tidak hanya menentukan posisi klub-klub elite Eropa di fase liga, tetapi juga membuka jalan menuju babak gugur yang semakin mendekat. Guardiola dan Manchester City pun menjadi sorotan utama, terutama dalam upaya mempertahankan dominasi dan meraih rekor baru di kancah benua biru. (sas)

