Manchester (SportHD.ID) – Penyerang andalan Manchester City, Erling Haaland, memberikan reaksi singkat namun menarik perhatian usai menyaksikan Liverpool kalah dari Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, Sabtu (4/10/2025) malam WIB.
Liverpool harus menelan kekalahan ketiganya secara beruntun di semua kompetisi, membuat mereka kehilangan posisi puncak klasemen Premier League untuk pertama kalinya sejak pekan kesembilan musim lalu. Kini, posisi teratas diambil alih oleh Arsenal setelah menundukkan West Ham United di Emirates Stadium.
Haaland: “Wonderkid”
Melalui unggahan Instagram Story, Haaland hanya menuliskan satu kata menanggapi gol penentu kemenangan Chelsea yang dicetak remaja asal Brasil, Estevão Willian.
“Wonderkid,” tulisnya singkat, merujuk pada talenta muda yang mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir pertandingan tersebut.
Reaksi singkat itu langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak penggemar menganggap komentar Haaland sebagai bentuk apresiasi terhadap performa luar biasa Estevão, yang baru berusia 18 tahun namun tampil menentukan di laga besar.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Bagi Manchester City, kekalahan Liverpool memberi kesempatan emas untuk memangkas jarak di papan klasemen. Skuad asuhan Pep Guardiola tengah bersiap menghadapi Brentford, dengan Haaland berambisi melanjutkan ketajamannya di depan gawang.
Hingga pekan ketujuh, Haaland sudah mengoleksi delapan gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara Premier League musim ini — unggul lima gol dari pemain Liverpool paling produktif sejauh ini, Hugo Ekitike, yang baru mencetak tiga gol.
Jika tren ini berlanjut, Haaland berpeluang besar mempertahankan Sepatu Emas Premier League, setelah musim lalu bersaing ketat dengan Mohamed Salah dan Alexander Isak.
Krisis Mini di Liverpool
Sementara itu, situasi di kubu Liverpool tengah menjadi sorotan. Meski sempat tampil impresif di awal musim, pasukan Arne Slot kini harus menghadapi tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Slot mengakui bahwa timnya masih perlu memperbaiki koordinasi di lini depan, terutama antara Salah dan Isak, dua pemain yang menjadi tumpuan produktivitas The Reds.
“Semakin sering mereka bermain bersama, semakin baik koneksi yang terbentuk,” ujar Slot usai laga di Stamford Bridge.
Pelatih asal Belanda itu menambahkan bahwa perubahan taktik di babak kedua, termasuk masuknya Ryan Gravenberch untuk menggantikan Ibrahima Konaté, sedikit meningkatkan aliran serangan tim. Namun, Slot menegaskan bahwa masalah utama Liverpool bukan di lini depan, melainkan pada proses build-up permainan yang kurang optimal di babak pertama.
Harapan Liverpool untuk Bangkit
Striker Alexander Isak optimistis timnya bisa kembali ke jalur kemenangan. “Saya merasa baik dan terus bekerja keras untuk mencapai performa terbaik,” kata Isak di situs resmi klub. “Kami kecewa dengan hasil melawan Chelsea, tapi musim masih panjang. Kami harus memperbaiki diri laga demi laga.”
Liverpool kini tertinggal dari Arsenal dan Manchester City dalam perburuan gelar, sementara tekanan mulai meningkat di pundak Arne Slot untuk segera mengembalikan tim ke performa terbaiknya.
Satu kata dari Erling Haaland cukup menggambarkan penilaian dunia sepak bola terhadap bintang muda baru di Liga Inggris, Estevão. Namun di balik pujian itu, kekalahan Liverpool menjadi tanda peringatan serius bagi Arne Slot, sementara Haaland dan Manchester City semakin siap memanfaatkan momentum untuk kembali merebut puncak klasemen. (sas)

