Udine (SportHD) – Kompetisi Serie A kembali bergulir usai jeda internasional dengan menghadirkan laga menarik antara Udinese melawan Como pada pekan ke-31. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Bluenergy Stadium, Senin (6/4) pukul 17.30 WIB.
Como datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat lima kemenangan beruntun di Serie A. Tim yang ditangani Cesc Fàbregas itu menunjukkan performa impresif dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus menegaskan ambisi mereka menutup musim dengan hasil maksimal.
Fàbregas menilai jeda internasional dimanfaatkan secara optimal oleh timnya untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi fase krusial musim. Ia juga menyoroti perkembangan para pemain, terutama dalam hal adaptasi terhadap berbagai situasi pertandingan dan tuntutan taktik.
Selain fokus pada hasil jangka pendek, Fàbregas juga menegaskan bahwa Como tengah membangun fondasi jangka panjang sebagai klub muda dengan visi pengembangan pemain sejak usia dini. Filosofi permainan berani dan kuat secara teknis menjadi bagian dari identitas yang terus dikembangkan.
Di sisi lain, Udinese yang dilatih Kosta Runjaic juga tidak bisa dianggap remeh. Saat ini mereka berada di papan tengah klasemen dengan 39 poin, sejajar dengan Sassuolo, dan baru saja meraih kemenangan penting 2-0 di kandang Genoa. Sepanjang musim, Udinese menunjukkan karakter pragmatis dengan kemampuan mengalahkan tim-tim besar seperti Inter, Atalanta, Napoli, dan Roma.
Namun, tuan rumah menghadapi tantangan dengan absennya penyerang andalan Keinan Davis akibat skorsing. Pemain yang telah mencetak 10 gol musim ini tersebut menjadi kehilangan signifikan dalam lini serang Udinese.
Sebagai solusi, Runjaic diperkirakan akan melakukan penyesuaian taktik dari formasi 3-5-2 menjadi pendekatan yang lebih fleksibel, kemungkinan 3-4-1-1. Nicolò Zaniolo diprediksi tetap menjadi tumpuan di lini depan, dengan dukungan dari Arthur Atta serta kontribusi lini kedua yang lebih padat.
Kekuatan utama Udinese tetap terletak pada fisik dan organisasi permainan. Lini belakang yang dihuni pemain-pemain tangguh mampu mendominasi duel udara sekaligus membantu distribusi bola dari belakang. Sementara itu, peran wing-back dengan kecepatan tinggi menjadi kunci dalam transisi serangan balik.
Di kubu Como, momentum kemenangan beruntun menjadi modal penting. Mereka juga memiliki catatan positif setelah menang 1-0 pada pertemuan pertama musim ini lewat gol penalti kapten tim. Meski demikian, bermain di kandang Udinese tentu menghadirkan tantangan berbeda.
Secara historis, kedua tim telah bertemu sebanyak 37 kali di berbagai kompetisi dengan keunggulan tipis untuk Udinese yang mencatat 14 kemenangan, sementara Como meraih 10 kemenangan dan 13 laga lainnya berakhir imbang.
Pertemuan kali ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki motivasi tinggi. Udinese ingin mempertahankan konsistensi di papan tengah, sementara Como berambisi memperpanjang tren positif mereka. – SAS

