Doha (SportHD.ID) – Kekalahan 2-4 yang dialami Al Ittihad saat bertandang ke markas Al Duhail di Doha pada lanjutan Liga Champions Asia memicu kemarahan pelatih Sérgio Conceição. Pada konferensi pers seusai laga, pelatih asal Portugal itu menilai para pemainnya tidak menunjukkan performa sebagai sebuah tim.
Conceição mengaku terkejut dengan rendahnya intensitas dan komitmen skuadnya sepanjang pertandingan. Ia menilai taktik yang disiapkan tidak dijalankan secara disiplin di lapangan. Menurutnya, masalah terbesar justru terjadi pada fase bertahan ketika para pemain gagal memberikan reaksi yang memadai untuk meredam serangan lawan.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Al Ittihad atas hasil mengecewakan tersebut. Ia menegaskan bahwa lawan layak mendapatkan kemenangan dan tidak ingin memperpanjang komentar setelah menyampaikan evaluasi keras terhadap performa tim.
Kekalahan ini semakin menambah tekanan bagi Conceição yang baru beberapa bulan menangani Al Ittihad. Klub yang diperkuat dua pemain Portugal, Danilo Pereira dan Roger Fernandes, itu belum menemukan konsistensi meski memiliki materi pemain berkualitas. Dari enam laga terakhir di semua ajang, tim hanya meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kali kalah.
Di Saudi Pro League, Al Ittihad—juara musim 2022/2023—terpuruk di peringkat ketujuh dengan 14 poin, tertinggal 13 angka dari Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo, João Félix, dan ditangani Jorge Jesus. Situasi di Liga Champions Asia juga belum membaik. Klub yang terakhir kali menjadi juara pada 2005 itu kini berada di posisi ketujuh klasemen West Zone dengan enam poin. Sementara itu, Al Hilal, yang diperkuat João Cancelo dan Rúben Neves, memimpin klasemen dengan 12 poin.
Tantangan berikutnya bagi Al Ittihad adalah laga perempat final Piala Raja Arab Saudi melawan Al Shabab pada Sabtu mendatang. Pertandingan tersebut menjadi ujian terakhir sebelum kompetisi memasuki jeda panjang hingga pertengahan Desember.
Masa depan Conceição pun mulai dipertanyakan. Setelah meninggalkan FC Porto pada akhir musim 2023/24, ia sempat melatih AC Milan dan meraih gelar Super Cup yang digelar di Arab Saudi. Namun masa jabatannya berakhir cepat karena tidak memenuhi target klub. Situasi serupa dapat terulang di Al Ittihad mengingat beberapa pelatih sebelumnya, termasuk Laurent Blanc, juga harus angkat kaki meski sempat membawa tim menjadi juara.
Jika performa tidak segera membaik, posisi Conceição dalam daftar pelatih terancam berada dalam sorotan dan kemungkinan evaluasi manajemen klub.(sas)

