Milan (SportHD) – Arsenal akan kembali melanjutkan kiprah di Liga Champions dengan menghadapi tantangan besar saat bertandang ke markas Inter Milan di Stadion San Siro, Selasa waktu setempat. Pertandingan ini menjadi salah satu laga terberat bagi The Gunners di fase liga, mengingat Inter adalah finalis Liga Champions musim lalu sekaligus klub dengan sejarah panjang di Eropa.
Menariknya, duel ini baru menjadi pertemuan kompetitif keempat antara kedua tim sepanjang sejarah. Namun, reputasi Inter sebagai kekuatan tradisional Eropa membuat laga ini memiliki bobot besar, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding.
Inter Milan: Tradisi Panjang dan Kebangkitan Modern
Football Club Internazionale Milano didirikan pada 1908 oleh sekelompok pemain yang menginginkan klub dengan keterbukaan terhadap pemain asing. Filosofi tersebut tercermin dalam nama “Internazionale”. Sejak bergabung dengan Serie A, Inter tak pernah terdegradasi, sebuah catatan unik di sepak bola Italia.
Gelar Serie A pertama diraih pada musim kedua mereka, disusul era kejayaan di tahun 1930-an bersama legenda Giuseppe Meazza. Periode emas berikutnya hadir pada 1960-an saat Inter meraih tiga Scudetto serta dua gelar Piala Eropa dan Piala Interkontinental.
Setelah pasang surut selama beberapa dekade, puncak kejayaan modern Inter terjadi pada 2010 ketika mereka meraih treble bersejarah di bawah asuhan Jose Mourinho. Meski sempat mengalami penurunan performa pasca-kepergian Mourinho, Inter kembali bangkit dalam beberapa tahun terakhir dan meraih Scudetto ke-20 pada musim 2023/2024.
Era Baru Bersama Cristian Chivu
Pergantian pelatih terjadi pada Juni lalu setelah Simone Inzaghi memilih melanjutkan karier ke Arab Saudi. Inter menunjuk Cristian Chivu sebagai pengganti, sosok yang tidak asing dengan San Siro. Mantan bek asal Rumania itu merupakan bagian dari skuad treble 2010 dan memiliki pengalaman panjang bersama klub, baik sebagai pemain maupun pelatih akademi.
Chivu sebelumnya sukses menjalani tugas singkat di Parma dengan menyelamatkan klub dari degradasi. Kini, ia dipercaya memimpin Inter di level tertinggi, dan awal musim menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Skuad Bertabur Bintang dan Kedalaman Tim
Inter mengandalkan Lautaro Martinez sebagai poros utama serangan. Sejak bergabung pada 2018, penyerang asal Argentina itu telah mencetak 168 gol dan kini berstatus sebagai pencetak gol asing terbanyak sepanjang sejarah klub. Ia didukung Marcus Thuram di lini depan serta Hakan Calhanoglu sebagai motor permainan di lini tengah.
Di sektor lain, Yann Sommer menjaga gawang dengan pengalaman internasional, sementara lini belakang diperkuat Stefan de Vrij, Denzel Dumfries, Alessandro Bastoni, dan Francesco Acerbi. Kehadiran Manuel Akanji sebagai pemain pinjaman menambah fleksibilitas pertahanan. Mantan pemain Arsenal, Henrikh Mkhitaryan, juga masih menjadi bagian penting dalam rotasi lini tengah.
Performa Musim Ini
Di bawah Chivu, Inter tampil konsisten di Serie A. Setelah sempat terseok di awal musim, Nerazzurri kini memimpin klasemen dengan keunggulan tipis atas rival sekota AC Milan. Rangkaian kemenangan dalam beberapa pekan terakhir mengukuhkan mereka sebagai kandidat kuat juara.
Di Liga Champions, Inter berada di posisi enam klasemen sementara. Kemenangan atas Arsenal akan memastikan tiket ke fase gugur. Namun, dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool membuat posisi mereka belum sepenuhnya aman.
Rekam Jejak Kontra Arsenal
Arsenal memiliki kenangan manis di San Siro ketika menang telak 5-1 pada fase grup Liga Champions 2003/2004. Kemenangan tersebut menjadi salah satu malam terbaik The Gunners di kompetisi Eropa. Namun, pertemuan terakhir di Italia berakhir pahit bagi Arsenal setelah kalah 0-1 lewat penalti Hakan Calhanoglu.
Pertemuan kali ini kembali membuka lembaran persaingan yang jarang terjadi, namun sarat gengsi dan kualitas. – RJM
Summary
- Arsenal menghadapi Inter Milan di San Siro pada laga krusial Liga Champions.
- Inter adalah klub dengan sejarah panjang dan finalis Liga Champions musim lalu.
- Cristian Chivu memulai era baru sebagai pelatih Inter dengan hasil positif.
- Lautaro Martinez menjadi ancaman utama dengan konsistensi golnya.
- Rekor pertemuan kedua tim minim, namun menyimpan laga-laga ikonik.

